Minggu, 17 Oktober 2010
Senin, 11 Oktober 2010
Bondan Feat Fade2Black Komersilkan Idealis di 'FOR ALL'
Perkembangan musik keroncong di kalangan anak muda masa kini bisa dibilang cukup memprihatinkan. Apalagi dengan menjamurnya band-band yang lebih memilih genre melayu dibandingkan musik asli tanah air. Hingga akhirnya batas idealis dan komersial terpisah jurang yang dalam. Namun, beda yang dianut Bondan Prakoso serta grup hip hop Fade2Black. Mereka memilih melestarikan pusaka bangsa dan menorehkannya dalam musik mereka sendiri.
Bondan Prakoso di Bentara Budaya Foto: Acat
"Jujur, justru gue nggak pernah anggap karya gue ini komersil, tapi dari album 1 sampai 3 itu idealis gue dan Fade2Black. Jadi ketika di lagu ke sebelas dari album FOR ALL ini, idealis kita itu kita buat sesuatu yang komersil," ungkap Bondan usai merilis album terbarunya featuring Fade2Black bertajuk FOR ALL.
Ditegaskan Bondan, dari album pertama sampai ketiga, ia dan Fade2Black - yang digawangi Tito, Ari, dan Eza - bukan sekedar featuring, melainkan duet. Pertemuan pertama mereka di kampus membuat mereka semakin dekat. "Gue ketemu Bondan di kampus karena gue satu kampus sama dia. Gue coba kenalin lagu rap ke Bondan ternyata masuk," terang Tito.
Lantas, apakah Bondan atau Fade2Black sendiri sempat mengalami kemunduran semangat saat membawakan lagu-lagu daerah? "Pasti ada, tergantung mood-nya, tapi alhamdulillah kita saling support, saling dukung demi album FOR ALL ini," pungkas Bondan di Bentara Budaya, Jakarta, Rabu (16/6). (kpl/gum/boo)
Bondan Prakoso Rajai Trending Topic Twitter
Seperti yang sudah banyak diketahui, jumlah pengguna Twitter di Indonesia cukup signifikan. Bahkan seringkali tema yang sedang ramai dibicarakan oleh masyarakat Indonesia bisa menjadi Trending Topic di Twitter.
Bondan Prakoso
Kali ini pun Trending Topic (TT) teratas juga dikuasai oleh Indonesia. Dan jawara TT Twitter kali ini tak lain dan tak bukan adalah musisi top tanah air, Bondan Prakoso.
Meskipun tergolong masih muda, pria kelahiran 8 Mei 1984 ini memang amat menonjol dalam dunia musik. Dikenal mengawali karir sebagai penyanyi anak-anak, Bondan amat diingat dengan lagu Si Lumba-Lumba yang amat sukses di pasaran. Sampai akhirnya Bondan bergabung dengan grup Funky Kopral ketika remaja dan sukses juga.
Keluar dari Funky Kopral, Bondan memutuskan untuk bersolo karir. Dan tak dipungkiri lagi, karier bermusik suami dari Margie ini semakin cemerlang dengan duetnya bersama Fade2Black.
Kemampuan bermusik Bondan yang tak main-main kembali dibuktikan dengan selalu diterima dengan baiknya lagu-lagu ciptaannya. Yang terbaru adalah single Ya Sudahlah yang juga dijadikan jingle iklan sebuah provider besar. Penampilan Bondan feat Fade2Black juga selalu ditunggu sampai saat mereka tampil dalam acara musik televisi. Para penggemarnya terus memuji Bondan lewat Twitter sampai akhirnya nama Bondan Prakoso kembali menjadi TT. (kpl/npy)
Bondan Berkarya Untuk Beri Inspirasi Masyarakat
Banyak musisi-musisi baru yang bermunculan di ranah musik tanah air, namun hanya beberapa di antaranya yang benar-benar memiliki idealisme bermusik bukan hanya demi materi. Dan Bondan bersama Fade2Black rupanya bukan salah satu yang ikut-ikutan arus hanya mengejar materi.
Bondan - Fade2Black Foto: Budi
"Kita tidak pernah memikirkan itu. Kita berkarya jujur untuk menginspirasi semua orang dan itu yang paling penting. Kalau untuk kesuksesan sebuah single, kita balikin lagi ke masyarakat. Kalau single Ya Sudahlah bisa masuk ke lubuk hati mereka ya kita tidak pernah berharap seperti itu, begitu pun single kedua," terang Bondan ketika ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, beberapa waktu lalu.
Meski tak terlalu fokus pada perolehan materi ataupun larisnya RBT mereka, namun bukan berarti mereka tidak punya rencana untuk memanfaatkan hasil jerih payah mereka itu. Bahkan, Bondan dan Fade2Black punya rencana untuk membangun gedung DPR.
"Membangun Gedung DPR yang baru dan pindahkan ibukota yang jauh, haha.. Kalau kita melihat materi nggak ada habisnya ya. Jadi kita berusaha untuk tidak memfokuskan ke situ. Kita tetap bersyukur apa yang kita punya kalau kita menyisihkan membeli barang. Kalau dari sisi menikmati kalau nasi masuk ke kerongkongan itu sudah alhamdulilah. Semua ada nggak enaknya, juga jadi jarang ketemu. Ah, jadi curhat gue," pungkas Bondan sambil berkelakar. (kpl/buj/npy)
Langganan:
Postingan (Atom)